Seorang
ayah dan dua anaknya mengembara di sudut-sudut Taipei masa kini, dari hutan dan
sungai di pinggiran kota hingga di jalanan kota yang dibasahi hujan. Pada siang
hari sang ayah mendapatkan sedikit nafkah
sebagai papan iklan berjalan untuk
apartemen mewah, sementara kedua anak perempuan dan laki-lakinya berkeluyuran
di swalayan dan mal, bertahan hidup dari sampel makanan gratis.
Tiap
malam keluarga itu berlindung di sebuah gedung terbengkalai. Sang ayah entah
bagaimana terpengaruhi oleh mural yang membius, yang menghiasi dinding rumah
darurat tersebut. Pada hari ulang tahun sang ayah, seorang perempuan bergabung
dengan keluarga tersebut. Mungkinkah ia merupakan kunci untuk membuka
emosi-emosi yang menghantui dari masa lalu?


0 komentar:
Posting Komentar