Sabtu, 08 Maret 2014




Odd Thomas menandakan kembalinya Stephen Sommers ke lajur penyutradaraan setelah sempat vakum empat tahun paska G.I. Joe: The Rise of Cobra. Dalam rentang waktu itu ia hanya duduk di bangku produser The Scorpion King 3: Battle for Redemption dan sekuel G.I Joe, G.I. Joe: Retaliation.
Tidak seperti yang sudah dilakukannya di 13 tahun ini bersama franchise The Mummy, Van Helsing dan G.I Joe, Odd Thomas bukan jenis film blockbuster raksasa, ia ‘hanya’  thriller indie berbudget 26 juta Dollar tanpa sokongan studio besar yang narasinya diadaptasi dari novel best seller milik Dean Koontz yang banyak menuai pujian dan hingga kini sudah meneluarkan empat sekuel, dua graphic novel serta rencananya akan ada tiga buku lagi ke depannya.

Jika kamu penggemar thriller misteri dan tahu premisnya mungkin kamu tahu mengapa Sommers sampai mau menyutradarai dan menulis naskahnya. Ya, Odd Thomas punya kisah menarik tentang seorang pemuda dua puluhan yang bernama Odd Thomas (Anton Yelchin) -ya, namanya mungkin seaneh orangnya. Sepintas Odd seperti pemuda biasa seperti kebanyakan penghuni kota kecil di padang pasir California. Masalahnya Odd tidak seperti yang terlihat. Ia punya kemampuan supranatural yang memungkinkannya berkomunikasi dengan arwah orang-orang mati dan terkadang membantu mereka menyelesaikan urusan duniawinya. Dan suatu hari ia mendapati penglihatan mistis bahwa kotanya akan terjadi sebuah bencana besar yang akan mengakibatkan banyak korban. Bersama bantuan kekasihnya, Stormy Llewellyn (Addison Timlin) dan kepala polisi Wyatt Porter (Willem Dafoe) yang percaya kepadanya, Odd berusaha untuk menghentikan mimpi buruk yang akan terjadi itu.
Odd Thomas mengejar seorang pria pembunuhan dan pemerkosaan seorang gadis kecil setelah arwah gadis kecil itu memberitahunya siapa sang pelaku, lalu ia bertemu dengan banyak bodachs (mahluk kegelapan yang biasanya menghinggapi kematian). Ya, itu semua terjadi cepat di 10 menit pertamanya setelah narasi Odd yang memperkenalkan siapa dirinya dan apa yang menjadikannya berbeda dengan kebanyakan orang, itu jelas membuat saya susah untuk tidak langsung terpikat dengan apa yang ditawarkan Odd Thomas dan menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Ini seperti versi lain The Sixth Sense yang bercampur dengan The Final Destination tanpa blood and gore dengan sedikit komedi gelap dan romansa.

Perpaduan elemen supranatural dan misterinya cukup kuat untuk sekedar membuatmu betah setidaknya di separuh awal sebelum klimaksnya datang menjemput, apalagi cast Odd Thomas itu menarik seperti Anton Yelchin (saya selalu suka dengan bocah satu ini), Addison Timlin kekasih Odd yang kecantikanya bikin betah,  mereka tidak hanya menarik maun juga berpikiran terbuka yang masih bisa menerima segala keanehan karakter utamanya yang biasanya selalu dihindari oleh film-film sejenis termasuk karkter kepala polisi Wyatt Porter yang tahu apa yang terjadi kepada Odd dan percaya kepadanya.

Tetapi ada hal-hal yang tidak konsisten dan dipaksakan dalam perjalannya menuju akhir yang membuat plotnya berlubang di beberapa bagian, belum lagi karkater-karkater baru yang seperti selalu muncul silih berganti, seperti ingin membuat penontonnya bingung untuk menebak siapa pelakunya tanpa adanya latar belakang yang jelas.  Entah karena Sommers tidak lihai mengubah narasi novelnya ke naskah film tanpa dukungan Koontz (FYI, Sommers menulis sendiri naskahnya setelah membaca novelnya karena tidak mendapatkan hak cipta dari Dean Koontz sebelum akhirnya diberikan pada juni 2012 lalu ) atau sederhana, memang novelnya sendiri yang tidak kuat (saya tidak terlalu percaya yang ini), menjadikan Odd Thomas kedodoran di setengah jam terakhir, plus twist ending yang maksa.  Hal ini masih diperparah dengan eksekusi yang buruk untuk sebuah film layar lebar, apalagi mengingat ini datangnya dari seorang Stephen Sommers. Bisa dikatakan Odd Thomas lebih menyerupai produksi untuk serial televisi murahan ketimbang sebuah feature film. Sayang, padahal ini bisa menjadi tontonan misteri yang bagus dengan segala potensi novelnya yang ada.

0 komentar:

Posting Komentar

Games

My Pig

Guest Book

Author

Blogger